Dari 1 map ke 100 juta: kisah rasni, mitra usaha unaha yang menolak menyerah
Di sudut unaha, di tengah hiruk-pikuk roda ekonomi masyarakat konawe, ada satu nama yang kini kian dikenal sebagai simbol ketekunan dan keberanian: Rasni, Mitra Usaha Prioritas Group Outlet unaha Cabang Prioritas Kendari.
Perjalanan ini dimulai pada juni 2025. Bukan dengan gebrakan besar. Bukan pula dengan modal omset puluhan juta.
Awalnya, rasni hanya mampu mencatatkan 1 map penjualan. Satu map, itu berjalan tidak hanya dalam satu hari, tetapi berlanjut. Namun, di saat sebagian orang mungkin sudah merasa ragu, ia justru melihatnya sebagai titik mula, bukan titik lemah.
Hari-harinya diisi dengan nganvas, mendatangi calon konsumen dari satu titik ke titik lain di wilayahnya. Panas, hujan, penolakan semua ia lalui. Perlahan, berkah dari usaha ibu dua anak ini mulai terlihat, omsetnya naik menembus 20 juta rupiah. Itu bukan angka kecil bagi seseorang yang memulai dari satu map.
Rasni tidak berpuas diri, ia bertekad lebih. Seiring waktu berjalan, strateginya mulai berkembang. Jika dulu ia lebih banyak turun langsung ke lapangan, kini rusni memaksimalkan penjualan Online di platfrom Facebook. Taktiknya tak hanya satu titik wilayah konawe, ia melakukan promosi dengan menjangkau beberapa wilayah bahkan keluar daerah demi mendapatkan potensi orderan, tanpa melupakan fokus utamanya di konawe demi menjaga keseimbangan ekosistem perusahaan.
Perjalanan tentu tidak selalu mulus. Ada kalanya pengajuan kredit konsumen ditolak oleh tim Survey. Namun ia memilih untuk melihatnya sebagai bentuk kehati-hatian demi keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.
“ada suka dan duka saat data ditolak oleh tim Survey. Namun, saya memaklumi itu. Saya ingin perusahaan tempat saya bernaung tetap sehat dan bertahan lama. Keamanan ekosistem perusahaan adalah keamanan masa depan kami juga,” ungkapnya dengan bijak.
Di balik semangatnya, ada kisah yang menguatkan. Rasni menjalani hubungan jarak jauh dengan sang suami. Dukungan penuh dari pasangan justru menjadi sumber energi yang membuatnya terus melangkah. Komunikasi yang lancar menjadi pilar utama yang membuatnya tak lelah mencari orderan demi masa depan keluarga.
Di saat lelah, ada suara yang menguatkan. Di saat ragu, ada keyakinan yang diteguhkan. Plot Twist inilah yang membuat perjuangannya semakin dalam, karena merasa ia tak berjalan sendiri.
Ditambah lagi, budaya kerja Mitra Usaha di Prioritas Group yang minim tekanan,fleksibel, supportif. Membuat Rasni justru merasa dihargai, ia mendapatkan reward komisi, selain itu bahkan menerima reward pribadi dari pimpinan pusat dan cabang dengan total jutaan rupiah (diluar komisi penjualan). Bagi sebagian orang mungkin itu angka biasa, tetapi bagi rasni, itu adalah bentuk pengakuan bahwa kerja kerasnya dilihat serta diapresiasi, baik oleh pimpinan pusat maupun cabang. Hal inilah yang tidak dirasakan di perusahaan sebelumnya ia bekerja.
Kini, rasni tidak lagi hanya berbicara tentang target pribadi. Ia berbicara tentang kontribusi. Tentang bagaimana menjadi bagian dari insan prioritas group yang terus bertumbuh dan berprestasi.
Dari 1 map…
ke 20 juta…
Lalu
ke 50 juta…
hingga 100 juta, bahkan di awal bulan.
Kisah Rasni bukan sekedar angka omset, ini adalah cerita tentang perempuan tangguh di konawe yang membuktikan bahwa kerja keras, strategi yang adaptif, dukungan keluarga, dan lingkungan kerja yang sehat bisa mengubah segalanya. Karena pada akhirnya, perjuangan dengan hati akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.
Tentu ini menjadi pengingat bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. Dari satu map menjadi ratusan juta, dari lapangan menuju dunia digital, dan dari sekadar bekerja menjadi sebuah pengabdian.
Mari terus berjuang, karena di Prioritas Group, setiap kerja keras akan menemukan harganya. Satu visi seribu aksi, ciptakanlah sinergi, akselerasi dan prestasi !





